Tampilkan postingan dengan label kabarbumigaram. Tampilkan semua postingan
0 comment
Senin, 30 Juni 2014
Bumigaram,Sumenep- Beberapa orang warga dari tiga desa di Kecamatan Kalianget yaitu Desa Marengan, Karanganyar dan Pinggirpapas menghadang Truk yang memuat garam curah milik PT.Garam (Persero) Senin,30/06/2014. Hal ini dilakukan karena bentuk kekesalan warga dengan kondisi jalan rusak di desa mereka dan juga banyaknya ceceran garam di sepanjang jalan ketika musim kemarau. Warga menuntut agar pihak BUMN tersebut bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan di tempat mereka.
Sempat terjadi ketegangan antara warga dengan satpam PT.Garam (Persero) sebelum akhirnya truk dibiarkan lewat. Perwakilan PT.Garam (Persero) mengatakan pihaknya siap menyampaikan masalah itu pada bagian teknik, dan meminta masyarakat membicarakan hal itu dengan kepala dingin.
Merasa tidak puas dengan penjelasan Pihak PT.Garam (Persero) beberapa orang pemuda Desa Karanganyar menemui Kepada Desa mereka di Balai Desa Karanganyar. Dalam pertemuan antara Kepala Desa dan elemen pemuda Karanganyar itu Kepala Desa H.Suharto Hadi,SH.setuju terhadap tuntutan warga yaitu meminta agar ada perbaikan jalan dan melarang truk bermuatan garam curah, namun pihaknya meminta agar disampaikan dengan cara yang benar dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.
0 comment
Senin, 16 Juni 2014
Suarapinggirpapas, Sumenep - Meski ditengah-tengah kesibukan kerja terutama bagi petani garam menjelang pergantian musim penghujan ke musim kemarau, tidak membuat warga Desa Karanganyar dan Pinggirpapas Kecamatan Kalianget lupa untuk memperingati peristiwa penting dalam Islam yaitu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Bertempat di mesjid Al-Amien Desa Karanganyar Sabtu, 02/06/2014 acara berlangsung lancar.
Ratusan orang dengan khusu’ mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Habib Jakfar Al-Jufri dari Kota Sumenep. Dalam pemaparannya Habib Jakfar menjelaskan beberapa hal diantaranya umat Islam adalah umat istimewa. Meski usia umat Nabi Muhammad tidak sama dengan umat Nabi-Nabi sebelumnya umat Islam akan masuk surga lebih dulu dari umat lainnya, bahkan diharamkan umat lain masuk ke surga sebelum umat Nabi Muhammad masuk. Tentu saja hal ini berlaku bagi umat Islam yang benar-benar tulus.
Selain itu Habib yang juga merupakan Wakil Ketua PCNU Sumenep ini juga menjelaskan pentingnya istiqomah. Suatu contoh orang yang membaca sholawat pagi dan sore akan mendapat syafaat Nabi. Habib Jakfar mengharap agar umat Islam bisa memanfaatkan 2 hal dengan baik yaitu waktu kosong dan kesehatan. Peringatan Isra’Mi’raj ini juga disemarakkan dengan penampilan Kumpulan Hadrah Al-Muhibbin yang berasal dari desa setempat. (Aby)
0 comment
Suarapinggirpapas,Sumenep- Senin,16/06/2014 terlihat alat berat milik PT.GARAM (Persero) sedang mengeruk sungai yang berada di Dusun Dhalem Pinggirpapas.Sebelum dikeruk sungai yang berada di desa Pingggirpapas ini memang sangat memprihatinkan. Selain faktor puluhan tahun tak pernah dikeruk, juga diakibatkan kebiasaan masyarakat setempat yang membuang sampah ke sungai. Ditambah lagi masyarakat setempat yang tinggal di pinggir sungai melakukan penimbunan di pinggir sungai untuk digunakan sebagai tempat tinggal. Alhasil sungai yang sudah dangkal semakin sempit saja hanya tersisa beberapa meter. Di beberapa titik ada yang lebarnya tinggal 1 sampai 2 meter saja. Lebih dari itu bau menyengat juga menjadi konsumsi masyarakat sekitar setiap hari.
Pengerukan ini disambut gembira oleh warga setempat, pasalnya mereka sudah lama menginginkan sungai mereka lancar seperti puluhan tahun yang lalu. Meskipun sempat beberapa kali warga Dusun Dhalem melakukan kerja bakti mengeruk sungai, tapi hasilnya tidak maksimal. Exavator yang sepertinya milik PT.GARAM (Persero) ini dikawal oleh beberapa sekuriti dari PT.GARAM (Persero). Beberapa WC Sungai yang berdiri diatas sungai yang dilalui oleh exavator ikut dirobohkan untuk mempermudah proses pengerukan.
Sejumlah warga juga tampak menyaksikan langsung jalannya pengerukan ini. Warga juga berharap agar pengerukan ini bisa dilakukan secara berkala sehingga sungai di lingkungan mereka kembali seperti puluhan tahun lalu dan juga ada ketegasan pihak terkait agar tidak ada warga yang menimbun sungai untuk dijadikan pemukiman atau lahan garam.
0 comment
Suarapinggirpapas,Sumenep- Hampir setiap malam sejak beberapa minggu lalu pemandangan tak biasa terlihat di Desa Pinggirpapas, Karanganyar dan beberapa desa lain di kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Truk besar berseliweran di desa-desa tersebut. Kendaraan ini sengaja di datangkan oleh beberapa ketua kelompok petani garam yang bekerja ke luar daerah. Seperti terlihat pada Senin malam, 16/06/2014 nampak “kloter” yang kesekian kalinya diberangkatkan dari “embarkasi“Pinggirpapas dan Karanganyar. beberapa warga terlihat sangat sibuk menaikkan barang-barang perlengkapan sehari-hari dan juga perlengkapan yang akan mereka gunakan untuk bekerja di tempat tujuan.
Setelah semua barang perlengkapan dinaikkan ke dalam truk, satu persatu warga ini naik ke dalam truk yang tertutup terpal. Mulai bayi yang berusia beberapa bulan hingga orang tua renta terlihat ikut serta dalam rombongan. Bayi dan juga orang tua renta ini terpaksa ikut serta dalam rombongan mengingat di rumah mereka tak ada yang mengurus karena juga sudah berangkat bekerja ke luar daerah lebih dulu. Tak terkecuali anak yang masih dibangku sekolah, baik TK ataupun SD. Mereka juga terpaksa cuti dari sekolah karena ikut orang tuanya berangkat bekerja ke luar daerah. Di rantau anak-anak inipun harus merasakan teriknya matahari, dinginnya malam dan gigitan nyamuk liar.Isak tangispun mewarnai malam keberangkatan ini. Maklum hampir 6 bulan lamanya mereka akan terpisah jauh dari sanak saudara hingga akhir musim garam.
Truk yang mengangkut barang dan orang ini berangkat ke berbagai daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan dan berbagai daerah lain termasuk beberapa kabupaten di Madura. Pemandangan seperti ini memang sudah biasa terjadi setiap tahunnya di beberapa desa. Umumnya mereka yang berangkat bekerja dengan sistem bagi hasil dilahan garam milik orang di luar daerah. Mereka terpaksa bekerja ke luar daerah untuk mencari penghidupan yang lebih baik mengingat keterbatasan lahan di desanya. (Aby)
0 comment
Jumat, 06 Juni 2014
Suarapinggirpapas,Sumenep-Tak ada yang berbeda dari pelaksanaan ibadah Sholat Jum’at hari ini (6/6/2014) di Mesjid Al-Muqorrobin Desa Pinggirpapas Kabupaten Sumenep. Usai sholat Jum’at biasanya ada dzikir berjamaah beberapa menit sebelum para jamaah meninggalkan mesjid. Namun kali ini berbeda, usai sholat takmir masjid berdiri dan menyampaikan kabar yang sangat menyakitkan.
“Saya akan menyampaikan kabar duka, bahwasanya kas mesjid yang berada di dalam kotak Amal telah dicuri orang,” ucap takmir mesjid H. Mahbub Ilahi. Mendengar berita ini sontak para jemaah tercengang, dan terlihat beberapa diantaranya menggeleng-gelengkan kepala seakan tak percaya. Kemudian H.Mahbub melanjutkan ucapannya. “Mari kita kirim fatihah dan do’akan bersama agar si pencuri segera diberi hidayah oleh Allah dan sadar akan kesalahannya,” kata H. Mahbub dengan nada sedih.
Pencurian ini mungkin yang pertama kali terjadi di Mesjid Al-Muqorrobin. Sebelumnya di mesjid desa tetangga pencurian uang dan barang-barang berharga yang ada di mesjid Hairul Jannah Desa Karanganyar Sumenep sudah sering terjadi. Untuk itulah kemudian Ketua takmir Mesjid setempat berinisiatif mengunci mesjid dan hanya membukanya disaat-saat sholat fardhu dan ketika ada kegiatan keagamaan saja.
0 comment
Rabu, 28 Mei 2014
Suarapinggirpapas, Sumenep- Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini diperingati di berbagai daerah di Indonesia, termasuk yang dilaksanakan oleh warga Desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Rabu, 28/5. Bertempat di Mushalla Assamiyyah Desa Pinggirpapas acara Peringatan Isra’ Mi’raj diawali oleh Khatmil Qur’an santriwan- santriwati. Sedangkan pembacaan dzikir tahlil yang dikuhususkan untuk sesepuh Desa Pinggirpapas dipimpin oleh para habaib dari kota Sumenep.
Sementara tausiyah disampaikan oleh KH.Sir Moh.Robbany Ilzam Mubarok, da’i lokal dari Kec.Dungkek Sumenep. Dalam ceramahnya Kyai Mubarok (panggilan akrab) menyampaikan tentang pentingnya mendengarkan kisah-kisah tentang Nabi dan para aulia.
“Jangan samakan kisah Nabi atau orang soleh lainnya dengan kisah sinetron, karena kisah-kisah para Nabi dan orang soleh ini bisa menguatkan kembali keimanan kita,” jelas Kyai Mubarok. Lebih lanjut disampaikan ajakan agar dalam bulan rajab ini masyarakat memperbanyak amal ibadah mengingat bulan rajab adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Nabi Muhammad. Karena pada bulan rajab inilah Rasulullah menerima perintah sholat lima waktu dalam peristiwa yang sering kita peringati yaitu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. (AJ)
Diberdayakan oleh Blogger.






